Makassar – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kakanwil Kemenkum) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Basmal, menghadiri malam penganugerahan Persona Tenun dalam rangkaian Pekan Budaya Tana Toraja. Acara yang meriah ini menjadi momentum istimewa untuk menghargai para pelestari warisan budaya nusantara yang terus mempertahankan tradisi tenun khas Toraja. Minggu malam(21/12/2015)
Dalam kesempatan tersebut, Andi Basmal menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penenun dan penggiat budaya yang telah menjaga kelestarian kerajinan tenun tradisional. Menurutnya, keberadaan para Persona Tenun ini bukan hanya menjaga seni, tetapi juga turut memperkuat identitas budaya bangsa.
"Kementerian Hukum sangat mendukung setiap upaya untuk melestarikan kearifan lokal seperti ini. Bahkan terus mendorong untuk melindungi karya - karya tetsebut sebagai Kekayaan Intelektual," ujar Andi Basmal saat malam penganugerahan berlangsung.
Pekan Budaya Tana Toraja sendiri merupakan ajang tahunan yang memberikan ruang bagi komunitas lokal untuk memamerkan kekayaan seni dan budaya mereka. Dari berbagai hasil karya tenun yang berwarna-warni hingga pertunjukan seni tradisional, setiap aspek dari kegiatan ini menampilkan keragaman yang luar biasa.
Acara penganugerahan Persona Tenun menjadi puncak dari rangkaian kegiatan budaya yang berlangsung selama beberapa hari. Para penerima penghargaan dipilih berdasarkan dedikasi mereka dalam mempertahankan teknik tenun tradisional dan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi kreatif di daerah Tana Toraja.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Sulsel, Demson Marihot mengatakan, kehadiran Andi Basmal dalam acara ini juga merupakan bentuk komitmen Kementerian Hukum untuk terus mendorong perlindungan hak atas kekayaan intelektual terkait warisan budaya. Dengan melindungi hak-hak para pengrajin dan seniman lokal, diharapkan ekonomi kreatif berbasis budaya dapat terus berkembang dan memberdayakan masyarakat.
"Kami juga hadir membawa empat Sertifikat KIK dan dua Sertifikat hak Cipta untuk diserahkan kepada bapak bupati," ujar Demson
Pekan Budaya Tana Toraja membuktikan bahwa budaya lokal tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pemerintah, menjadi faktor penting dalam memastikan warisan budaya ini terus bersinar dan dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung internasional.


